Menanti KRI Nagabanda 403 Tiba
October 25, 2023
Comment
19 Juni 2017
KRI Nagapasa 403 (photos : Hiu Kencana)
Bahkan dari informasi yang diperoleh dari Koarmatim, kedatangan itu bisa dipercepat mengingat kebutuhan saat ini. Semakin dinamisnya ancaman yang terjadi di perairan Indonesia maka kebutuhan akan kapal selam menjadi hal yang urgent.
Kapal selam ini mengunakan mesin diesel Type 12V493 AZ80 GA31L dan baterai Lithium-ion, serta mampu melaju dengan kecepatan 11 knot di permukaan dan 21,5 knot di bawah permukaan, dengan jangkauan operasional hingga 20 ribu km.
Dari sisi persenjataan, Chang Bogo dilengkapi 8 lubang torpedo berukuran 533 mm yang terintegrasi dengan rudal anti kapal UGM-84 Harpoon. Chang Bogo juga mampu memuat 28 ranjau laut.
Selanjutnya, kapal selam ini akan dilengkapi dengan torpedo dan peluru kendali. Ada pun naval combat management system-nya menggunakan MSI-90U Mk 2, Kongsberg Defence Systems. Untuk navigasi, kapal selam ini menggunakan Sagem’s Sigma 40XP inertial navigation system dan Integrating Navigation and Tactical Systems, dan OSI Maritime Systems ECPINS-W.
Ukuran kapal selam ini sedikit lebih besar ketimbang KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402. Kemudian 2 KRI lagi yaitu KRI Nagarangsang dan KRI Trisula direncanakan akan menyusul tahun depan tiba di tanah air.
Akankah kedatangan KRI Nagabanda 403 akan mengulang kejayaan satuan kapal selam RI di era 1960-an? Kita nantikan!
(MaritimNews)
Tags
militer indonesia
Artikel Terkait
MN, Jakarta – Bulan Oktober 2017 mendatang, satuan kapal selam Indonesia siap kedatangan kapal baru hasil kerjasama dengan galangan kapal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME). Dalam hitungan 3 bulan, KRI Nagabanda 403 dari kelas Changbogo akan tiba di tanah air dan bergabung dengan 2 kapal selam lainnya yakni KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402.- Bahas Keberlanjutan Kerjasama Pesawat Tempur, Menteri DAPA Temui KSP dan Menhan
- Air Traffic Control System in Need of Upgrade, Says RMAF Chief
- Japan Providing Philippines with Patrol Vessels
- Marinir Gelar Uji Fungsi Meriam Twin Gun Kaliber 35 mm di Teluk Palabuhanratu
- Desain N-219 Alami Perubahan, Roll Out Diundur
Bahkan dari informasi yang diperoleh dari Koarmatim, kedatangan itu bisa dipercepat mengingat kebutuhan saat ini. Semakin dinamisnya ancaman yang terjadi di perairan Indonesia maka kebutuhan akan kapal selam menjadi hal yang urgent.
Kapal selam ini mengunakan mesin diesel Type 12V493 AZ80 GA31L dan baterai Lithium-ion, serta mampu melaju dengan kecepatan 11 knot di permukaan dan 21,5 knot di bawah permukaan, dengan jangkauan operasional hingga 20 ribu km.
Dari sisi persenjataan, Chang Bogo dilengkapi 8 lubang torpedo berukuran 533 mm yang terintegrasi dengan rudal anti kapal UGM-84 Harpoon. Chang Bogo juga mampu memuat 28 ranjau laut.
Selanjutnya, kapal selam ini akan dilengkapi dengan torpedo dan peluru kendali. Ada pun naval combat management system-nya menggunakan MSI-90U Mk 2, Kongsberg Defence Systems. Untuk navigasi, kapal selam ini menggunakan Sagem’s Sigma 40XP inertial navigation system dan Integrating Navigation and Tactical Systems, dan OSI Maritime Systems ECPINS-W.
Ukuran kapal selam ini sedikit lebih besar ketimbang KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402. Kemudian 2 KRI lagi yaitu KRI Nagarangsang dan KRI Trisula direncanakan akan menyusul tahun depan tiba di tanah air.
Akankah kedatangan KRI Nagabanda 403 akan mengulang kejayaan satuan kapal selam RI di era 1960-an? Kita nantikan!
(MaritimNews)
Subscribe Our Newsletter
0 Komentar
Post a Comment
Kebijakan berkomentar :
Berkomentarlah dengan tata bahasa yang baik, agar orang tau sebijak apa karakter anda melalui kata-kata.
Silahkan berkomentar apapun selagi masih berhubungan dengan halaman postingan ini.
Dilarang berkomentar menggunakan Link Aktif.
Centang Notife Me agar mendapatkan notifikasi balasan komentar admin melalui Email.